
Panitia Hari Raya Gerejawi (PH2RG) GMIT Syalom Mokdale tengah melaksanakan penilaian lomba hias salib antar rayon yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 April 2026. Pada Jumat malam, 3 April 2026, tim penilai melakukan kunjungan pemantauan di wilayah Rayon Nusaklain Barat setelah sebelumnya menyelesaikan penilaian di Rayon Loman. Perlombaan dalam rangka memperingati Hari Paskah ini mengusung tema besar Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita sesuai nats Alkitab 2 Korintus 5:17.
Rangkaian penilaian ini dihadiri langsung oleh Pdt. Ice Afrony Oeina-Nitte, S.Th., didampingi Pdt. Untung P. Setiawan, S.Th., serta jajaran Majelis Jemaat Harian. Hadir pula Ketua Badan Pembantu Pelayanan (BPP) Hari Raya Gereja GMIT Syalom Mokdale, Is Nugroho, Ketua Panitia Melkiul L. Lonis, dan Sekretaris Andre Detaq untuk meninjau hasil kreativitas jemaat di lokasi.
Dalam kunjungannya ke Rayon Nusaklain Barat, Pdt. Ice Afrony Oeina-Nitte, S.Th. memberikan apresiasi mendalam atas pengorbanan dan kerja keras jemaat dalam menyiapkan dekorasi salib.
“Saya percaya hiasan yang selebar dan selengkap ini dengan berbagai aksesorinya memakan waktu, dana, tenaga, serta pikiran yang semuanya dituangkan oleh bapak, mama, bersama teman-teman presbiter di Rayon Nusaklain Barat,” ujar Pdt. Ice Afrony Oeina-Nitte, S.Th.
Sementara itu, Pnt. Ricky Ndolu memaparkan bahwa dekorasi di rayon tersebut menonjolkan aspek pembaharuan melalui penggunaan lampu warna-warni kerlap-kerlip. Cahaya tersebut dimaknai sebagai energi kehidupan baru, sementara warna-warni melambangkan keberagaman sisi kemanusiaan yang dipulihkan. Selain itu, unsur lokalitas Rote juga dihadirkan melalui penggunaan bahan alami seperti salib jagung, daun pinang, batok kelapa, dan padi sebagai simbol kesederhanaan dan berkat Tuhan. Unsur penderitaan pun tetap terjaga dengan adanya mahkota duri, kain ungu, serta representasi Taman Getsemani.
Sebagai penutup, Ricky memberikan penekanan khusus kepada jemaat Rayon Nusaklain Barat mengenai esensi dari kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa tujuan utama bukan sekadar mengejar juara, melainkan menanamkan makna salib di dalam hati jemaat. Menurutnya, ketaatan dan kasih persaudaraan sebagai satu keluarga di dalam Tuhan adalah hal yang jauh lebih penting untuk disyukuri dalam menghayati peristiwa Jumat Agung hingga Paskah.
Adapun penilaian lomba ini didasarkan pada lima kriteria utama dengan rentang nilai 10 hingga 20 poin. Kriteria tersebut meliputi kreativitas dan orisinalitas ide, kesesuaian dengan tema paskah, penggunaan bahan dan estetika termasuk pemanfaatan bahan daur ulang, tingkat kerapian serta kebersihan area, hingga makna penyajian yang menunjukkan kekompakan tim dalam menyampaikan pesan di balik kreasi tersebut.