
Memasuki usia ke-71, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) terus diingatkan untuk menjaga api reformasi melalui perubahan diri yang berlandaskan pada kebenaran Alkitab. Pesan ini menjadi inti dari perayaan syukur Jemaat GMIT Syalom Mokdale yang digelar di kawasan Hutan Wisata Mangrove Ndi’i Lifu, Kecamatan Rote Tengah, Rabu (31/10).
Ibadah padang yang disatukan dengan Penutupan Bulan Keluarga ini dipimpin secara bergantian oleh Pdt. Jhon Famaney, S.Th dan Pdt. Todengga Lilo Daepani, S.Th. Kehadiran Majelis Jemaat Exodus Baudale turut menambah kekhidmatan suasana di tengah rimbunnya hutan mangrove.
Esensi Reformasi: Bukan Sekadar Peristiwa Sejarah
Dalam refleksinya, Ketua Majelis Jemaat Syalom Mokdale, Pdt. Jhon Famaney, S.Th, menegaskan bahwa peringatan Hari Reformasi Martin Luther ke-501 bukan sekadar seremonial tahunan. Ia menjelaskan bahwa gerakan yang dimulai pada 1517 tersebut adalah panggilan bagi umat untuk terus berbenah diri.
“Pemahaman Martin Luther tentang keselamatan dan pengampunan adalah anugerah Tuhan semata. Anugerah itu tidak bisa ditawarkan dengan murah karena Yesus Kristus sudah membayarnya dengan mahal,” ungkap Pdt. Jhon.
Ia juga menambahkan bahwa GMIT, sebagai bagian dari aliran Calvinis yang berdiri sejak 31 Oktober 1947, memikul tanggung jawab sejarah untuk meneruskan perjuangan para reformator dalam membawa perubahan yang lebih baik bagi jemaat dan masyarakat.
Teladan Iman di Tengah Tantangan
Sementara itu, Pdt. Todengga Lilo Daepani, S.Th dalam khotbahnya yang bertajuk ‘Tanggung Jawab Bersama’ (2 Korintus), mengajak jemaat untuk meneladani kegigihan Rasul Paulus dan Jemaat Efesus.
Pdt. Lilo menekankan bahwa tantangan iman, termasuk saat menjadi minoritas atau menghadapi penolakan, harus dihadapi dengan doa dan penyerahan diri kepada Tuhan. "Allah yang kita percaya adalah Allah yang hidup," tegasnya di hadapan jemaat.
Aksi Nyata dan Kreativitas Anak
Tak hanya berisi pesan teologis, perayaan HUT ke-71 GMIT ini juga diwarnai dengan aksi nyata terhadap lingkungan dan penguatan literasi Alkitab bagi generasi muda:
Lomba Pungut Sampah: Diikuti oleh anak-anak KKR sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kebersihan objek wisata Ndi’i Lifu.
Pesan Berantai: Lomba menghafal ayat Alkitab untuk menanamkan firman Tuhan sejak dini.
Perpaduan antara refleksi sejarah dan aksi lingkungan ini menjadikan peringatan HUT GMIT tahun ini sebagai momentum transformasi bagi Jemaat Syalom Mokdale untuk menjadi berkat di tanah Rote Ndao.